SOLUSI PERBAIKAN BETON

SOLUSI-SOLUSI PERBAIKAN STRUKTUR

BAB I. PENDAHULUAN
Banyak sekali kasus kerusakan struktur yang disebabkan oleh kesalahan manusia (human error). Ini disebabkan karena kualitas pekerja yang masih belum mampu menyangi kemajuan perkembangan teknologi bahan. Selain faktor manusia, manajemen keuangan juga banyak menyebabkan kerusakan struktur, biasanya karena penggantian mutu beton yang seharusnya ke mutu yang lebih rendah agar bisa menekan biaya material, tentu dengan mutu yang rendah umur dan kekuatan bangunan akan menurun juga. Suatu bangunan umumnya memiliki umur rencana yang panjang, bisa mencapai 50 tahun lebih. Kerusakan struktur juga banyak disebabkan oleh bencana alam dan lain-lain yang menyebabkan kerugian finansial.
Secara umum perbaikan bangunan diperlukan karena 3 penyebab utama yaitu :
1.  kesalahan sewaktu perencanaan desain suatu struktur (contohnya, selimut beton yang seharusnya 12 cm hanya di cor 9 cm )
2.  terjadi kesalahan pada proses perhitungan sehingga gaya gaya yang bekerja pada suatu bangunan tidak sesuai rencana
3.  pengalihfungsian ruangan yang telah di desain (contohnya, ruangan yang direncanakan sebagai ruang kerja dialihfungsikan menjadi gudang atau ruang arsip yang memikul beban lebih berat)
Perencanaan perbaikan struktur umumnya diserahkan pada konsultan struktur bangunan karena dinilai berkopeten dan profesional di bidangnya.
Langkah-langkah perbaikan struktur bangunan secara umum adalah sebagai berikut ;
1. perhitungan ulang desain struktur eksisting yang perlu diperbaiki (dilakukan oleh konsultan bangunan)
2. jika perhitungan ternyata tidak memenuhi syarat maka konsultan akan membuat rekomendasi perbaikan yang harus dilakukan
3. selanjutnya owner dapat menghubungi kontraktor atau spesialis repair struktur bangunan untuk melaksanakan rekomendari perbaikan tadi
BAB II. PEMBAHASAN
METODE PERBAIKAN BETON
Perbaikan beton bisa dilakukan pada struktur karena indikasi-indikasi tertentu antara lain:
1.    Ketidaksesuaian mutu beton dengan yang direncanakan sehingga mempengaruhi kekuatan banguan. Misalnya 30 mpa namun setelah dilakukan pengetesan umur 28 hari mutu beton yang tercapai hanya 25 Mpa. Maka harus segera dilakukan treatment pada beton tersebut agar mutu beton kembali sesuai dengan perencanaan.
2.    Terjadi kerusakan struktur akubat bencana alam (dalam hal ini gempa bumi). Perbaikan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pada saat setelah terjadi gempa. Apabila kerusakan sudah parah maka struktur sudah tidak bisa dipakai lagi atau harus dihancurkan. Namun apabila kerusakan masih di dalam kategori kerusakan ringan sampai menengah maka masih dapat dilakukan perbaikan. Perbaikan dilakukan oleh tim khusus dari kontraktor  spesialis repair dengan perhitungan yang sudah dilakukan konsultan bangunan
Perkuatan beton pada elemen struktur.
perbaikan adalah mengembalikan kekuatan suatu elemen struktur sehingga sama dengan kekuatan awal. Sedangkan perkuatan adalah memperkuat suatu elemen struktur sehingga dapat memenuhi syarat terhadap gaya- gaya dalam akibat pembebanan tertentu.
1. KOLOM
Struktur kolom merupakan struktur utama dalam sebuah bangunan sehingga perkuatan di bagian struktur ini sangat diperlukan karena dapat berpengaruh besar pada suatu bangunan. Oleh karena itu dalam konsep perencanaan struktur harus menggunakan konsep Strongth Colom Weak Beam.
Beberapa kerusakan dan cara perbaikan beton yang terjadi di Kolom antara lain
•    Retak, tanpa ada beton yang pecah dan tulangan tidak rusak. Cara perbaikan ini dengan injeksi saja menggunakan resin/epoxy.
•    Pada beton bagian dalam mengalami spalling atau rusak, namun tulangan tidak rusak. Cara perbaikan beton dengan grouting. Grouting adalah memberikan campuran adukan beton dengan bahan khusus dengan mutu tinggi.
•    Beton pecah disertai dengan disertai buckling pada tulangan. Cara perbaikan dilakukan dengan tulangan yang buckling dipotong dan diganti tulangan baru dan diberi sengkang, lalu di grouting/cor beton mutu tinggi. Alternatif lain bisa diberi perkuatan sengkang, grouting dan jacketting atau pembesaran ukuran kolom beton.
2. BALOK
Balok merupakan bagian struktur yanng menahan gaya geser. Penanganan struktur ini tidak jauh dengan penanganan pada kolom. Sesuai dengan fungsinya yaitu menahan gaya lentur dan geser maka penanganan struktur yang diperlukan adalah untuk memperkuat penahanan lentur dan geser. Perbaikan beton yang dilakukan sesuai dengan tingkatan kerusakannya.
Berikut ini cara perbaikan beton pada elemen struktur balok untuk memperkuat kemampuan gaya lentur dan geser dengan metode Perkuatan balok (strengthening). Perkuatan balok dapat dilakukan dengan.
•    Menambah tumpuan balok atau mengurangi bentang balok.
•    Memperbesar dimensi balok dengan beton bertulang (Jacketting).
•    Memasukan perkuatan berupa baja-prategang
•    Melapisi balok dengan pelat baja pada daerah yang mengalami kerusakan lentur
•    Memberikan Fiber Reinforce Plastic atau FRP sheet
3. PELAT
Pelat adalah bagian struktur yang bersentuhan langsung dengan beban. Kerusakan pada pelat terjadi akibat gaya tidak mampu dipikul oleh struktur pelat beton. Cara perkuatan struktur pelat tergantung dari tingkat kerusakannya. Kerusakan pelat paling banyak terjadi karena ujung-ujung pelat terputus.
Berikut cara perbaikan beton pada pelat.
•    Untuk kerusakan retak-retak, perbaikan bisa dilakukan dengan injeksi menggunakan epoxy/resin atau produk lain yang khusus untuk injeksi beton.
•    Kerusakan retak cukup lebar dan beton pecah namun tulangan masih baik, perbaikan beton dapat dilakukan dengan cara beton dibersihkan dan dikasarkan kemudian di grouting ulang.
•    Jika kerusakan sudah serius maka cara perbaikan yang bisa dilakukan adalah menambah ketebalan pelat. Penebalan pelat bisa dilakukan pada sisi bawah pelat. Yang perlu diperhatikan dalam penebalan plat adalah dipastikan kelekatan beton lama dan baru bekerja dengan baik. Agar terjadi kelekatan bisa menambahkan shear connector maupun admixture.
JENIS-JENIS KERUSAKAN STRUKTUR SECARA UMUM
1. honeycomb
2. retak lantai
3. pengeroposan selimut beton dengan atau tanpa besi tulangan terekspos
4. beton tidak rata atau menggelembung pada permukaan beton.
    Honeycomb ( Pada ketebalan selimut beton )
Untuk honeycomb pada kolom/Core wall/Shearwall diajukan  perbaikan  dengan menggunakan  Sika monotop 613
dengan metode parbaikan ;
1. bersihkan daerah yang terjadi honeycomb, periksa apakah terlihat tulangan atau tidak, jika terlihat maka ikuti prosedur pada bagian “beton keropos dengan besi tulangan terekspose. jika tidak maka lanjut ke langkah selanjutnya dibawah ini.
2. hilangkan beton yang keropos dengan melakukan hacking pada permukaan beton sampai menemukan permukaan yang padat.
3. bersihkan area dari sisa-sisa beton lalu oleskan sika bond NV, tunggu 30 menit.
4. tambal area yang sudah dioleskan tadi dengan sika monotop 613
5. lakukan perawatan pada area yang perlu diperbaiki
    retak pada pelat
metode penambalan
Untuk retak ringan (dengan lebar <0.3 mm) pada lantai beton lakukan perbaikan dengan penambalan menggunakan sikagout 215 dengan metode ;
1. bersihkan bagian yang retak dari debu dan kotoran
2. tambal bagian yang retak dengan sikagout 215
3. lakukan perawatan yang cukup pada bagian retak yang tadi
•    Pressure Grouting/Injection (Suntikan)
dilakukan pada retak lebar (>3 mm), disarankan menggunakan sikadur-752 untuk daerah kering, dan sika intraplast z untuk daerah basah
metode kerjanya adalah sebagai berikut
1. bersihkan area yang terkena retak
2. lakukan pengeboran pada sepanjang retakan pdengan jaran specing 200 mm
3. pasang selang suntikan pada area pengeboran tadi sepanjang
4. tambal retakan pada area di sekeliling selang menggunakan sikaset accelerator (atau produk sejenis)
5. setelah 1 hari, lakukan suntikan ke dalam selang
6. grouting menggunakan bahan SIKADUR-752 untuk daerah kering, untuk daerah basah grouting menggunakan Sika Intraplast Z. (atau yang sejenis)
    Beton keropos dengan atau tanpa besi tulangan yang terekspose
lakukan metode penambalan (patching and sealing)
Apabila pengeroposan beton tidak disertai dengan tereksposnya tulangan besi maka disarankan melakukan penambalan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.  hilangkan beton yang keropos dengan melakukan hacking, lakukan terus sampai menemukan permukaan yang padat.
2.  bersihkan sekitar area yang baru saja dilakukan hacking, basahi dengan Sika Bond NV (atau produk sejenis), diamkan ± 30 menit.
3.  lapisi area yang sudah dibasahi tadi dengan Sika monotop 613
4. Lakukan Curing area yang perlu diperbaiki.
•    Pressure Grouting /Injection (Suntikan)
Untuk beton keropos dengan tulangan yang terekspose, diajukan metode Pressure Grouting /Injection (suntikan) dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. hilangkan beton yang keropos dengan melakukan hacking, lakukan terus sampai menemukan permukaan yang padat.
2 bersihkan sekitar area yang baru saja dilakukan hacking, basahi dengan Sika Bond NV (atau produk sejenis), diamkan ± 30 menit.
3. Untuk area yang cukup besar :
4.  Lakukan pemasangan bekisting dan lakukan pengecoran kembali dengan Sikagrout 215 atau produk sejenis.
5.  pada area yang kecil atau sempit dan rapat, diajukan metode sebagai berikut :
6. Sediakan agregat 20mm, lalu pasang kawat disekililing area yang akan diperbaiki.
7. pasang bekisting di sekeliling area, sediakan selang.
8. lakukan penambalan pada celah-celah pada bekisting dengan Plug bersetting cepat.
9.  diamkan area selama 1 hari.
10. Lakukan penyuntikan dengan Sikagrout 215.
11. Berikan tekanan mulai dari 1-3 bar dan tahan selama beberapa menit.
12.  Potong selang grout dan lepaskan pada hari berikutnya.
    Beton tidak rata atau muncul gelembung/bunting pada permukaan beton
( Kolom, Slab, Beam, Shearwall dan Corewall )
Untuk cacat jenis ini, disarankan untuk melakukan metode Trimming and Patching sebagai berikut :
1.  tandai area yang cacat.
2.   Lakukan hacking pada permukaan beton yang tidak rata.
3.  lakukan penambalan agar permukaan menjadi rata menggunakan Sioka Monotop 613.
4. Lakukan curing pada permukaan yang diperbaiki.
BAB III. PENUTUP
Dari makalah diatas maka dapat disimpulkan bahwa kerusakan struktur dikemudian hari disebabkan oleh ulah manusia dan merupakan sesuatu yang dapat dihindari. Manajemen yang baik dan perhitungan yang benar dapat menghindarkan elemen struktur dari kerusakan-kerusakan. Mencegah lebih baik daripada mengobati
Demikianlah makalah yang kami buat semoga bermanfaat bagi orang yang membacanya dan menambah wawasan bagi orang yang membaca makalah ini. Dan penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimat yang tidak jelas, mengerti, dan lugas.
Sekian penutup dari kami semoga berkenan di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Komentar